Wednesday, February 17, 2016

Membedakan Kalimat Fakta, Pendapat, dan Opini

Prolog

Materi ini hanya untuk memudahkan saya ketika mendampingi siswa-siswi dalam memecahkan materi UN, baik SMP atau pun SMA, bukan sebagai referensi penulisan karya ilmiah.

Manfaat Pembelajaran

Seperti halnya ketika kita sedang belajar dengan materi apa pun, kita pasti bertanya, “Apa manfaat yang bisa diperoleh dalam kehidupan setelah mengkaji materi ini?” Itu bukan pertanyaan jelek. Sebaliknya, itu pertanyaan yang sangat bagus karena menunjukkan bahwa sang penanya tergolong manusia yang ingin dimanusiakan, bukan manusia yang hanya menjadi tempat menampung teori-teori yang mungkin bersifat sampah.

Ada pun jika kita belajar materi kalimat fakta, kalimat pendapat, dan kalimat opini, manfaatnya berkaitan dengan penyusunan sebuah karya ilmiah. Sebagai pelajar, baik siswa atau pun mahasiswa, kita pasti tidak terlepas dari menyusun sebuah karya ilmiah.

Kalimat Fakta, Pendapat, dan Opini

Secara garis besar, karya ilmiah terbagi menjadi dua jenis, yaitu (1) karya yang seratus persen harus menggunakan kalimat fakta, dan (2) karya yang boleh menggunakan perpaduan antara kalimat fakta, kalimat pendapat, dan kalimat opini.

Karya yang sepenuhnya harus menggunakan kalimat fakta antara lain artikel, proposal, jurnal, berita acara, laporan penelitian, dan laporan kerja atau laporan kegiatan. Karya-karya tersebut harus berisikan informasi yang jelas dan pasti, tidak boleh meragukan.

Sedangkan karya yang boleh menggunakan kalimat pendapat dan kalimat opini, yaitu esai. Karena pada dasarnya, esai adalah karya ilmiah yang bersumber dari wawasan atau pengetahuan penulis sehingga penulis tidak harus melakukan penelitian sebelum menulis. Sehingga, informasi yang diberikan boleh saja berupa kisaran.

Ada pun cara untuk membedakan jenis kalimat fakta, kalimat pendapat, dan kalimat opini yaitu dengan melihat kandungan kalimat tersebut, bukan pada realitasnya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kalimat fakta

Kalimat fakta yaitu kalimat yang di dalamnya berisikan hal-hal yang bersifat pasti atau tidak meragukan, dan sudah atau sedang terjadi.

Contoh:
Lima orang siswa SMA Pandan Wangi mendapatkan beasiswa S-1 di Universitas Indonesia.


2. Kalimat pendapat

Kalimat pendapat yaitu kalimat yang di dalamnya terdapat informasi yang tidak pasti alias meragukan, atau pun belum terjadi.

Contoh:
Beberapa siswa SMA Pandan Wangi mendapatkan beasiswa S-1 di Universitas Indonesia.

Lima orang siswa SMA Pandan Wangi akan mendapatkan beasiswa S-1 di Universitas Indonesia.


3. Kalimat opini

Kalimat opini yaitu kalimat yang di dalamnya mengandung opini tertentu. Opini dalam konteks ini yaitu informasi yang belum terjadi, informasi berupa pemikiran atau analisis, atau pun informasi berupa saran atau solusi.

Contoh:
Untuk meningkatkan mutu lulusan, SMA Pandan Wangi akan memberikan beasiswa S-1 di Universitas Indonesia kepada lima siswa yang menjadi lulusan terbaik.

Jika siswa SMA Pandan Wangi ingin mendapatkan beasiswa S-1 di Universitas Indonesia, mereka harus bisa menjadi lima lulusan terbaik.

Selamat berkarya!
^_^

Baca juga:

No comments:

Post a Comment